Tampilkan postingan dengan label jajanan khas Sunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jajanan khas Sunda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2016

Kueh Bandros

Bandros (photo courtesy pariwisatabandung)

Bandros yang satu ini bukan Bandung Tour on The Bus, tetapi Bandros berupa jajanan tradisional yang tetap bertahan hingga kini. Bandros terbuat dari tepung beras dan santan, sangat populer di kalangan warga Bandung dan Jawa Barat pada umumnya. Kue lembut bercita rasa asin gurih ini biasanya menjadi pilihan untuk teman minum teh atau kopi di pagi atau sore hari. 

Bentuk Bandros sekilas mirip kue Pukis, karena memang kue ini dibuat dengan menggunakan cetakan yang sama. Kalau diperhatikan, kue Bandros ini sebenarnya ada dan tersebar juga di daerah lain, tapi memiliki nama yang berbeda-beda. Di Jakarta, kue ini disebut kue Pancong, sedangkan di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta dikenal dengan sebutan kue Rangi, tetapi di Bojonegoro biasa disebut kue Tratak Jaran, dan di Bali disebut Haluman atau Daluman.

Bahan kue Bandros begitu sederhana, mari kita langsung praktekkan saja. Siapkan tepung beras dan buah kelapa yang tidak terlalu tua, kupas kulitnya lalu diparut panjang, peras sedikit agar lebih kering, siapkan juga garam dan santan. Bagi tepung beras menjadi dua, satu bagian dicampur dengan garam dan santan, juga kelapa yang sudah diparut. Masak dengan api sedang, aduk hingga mengental. Angkat dan campurkan dengan tepung beras yang tersisa, maka jadilah adonan Bandros setengah jadi. Siapkan cetakan, jangan lupa diolesi dulu dengan minyak goreng atau margarin. Masukkan adonan ke dalam cetakan, perlu waktu 3 hingga 5 menit hingga Bandros matang. Jika kulit terluar Bandros sudah berubah kecoklatan, angkat.

Bandros tradisional bisa kita jumpai biasanya di sekolah-sekolah, pasar atau tempat keramaian lainnya. Beberapa penjual Bandros kekinian mulai memodifikasi Bandros yang mereka jual dengan menambahkan aneka topping seperti meses, keju, susu dan sebagainya untuk menarik minat pelanggan. Anda yang tidak punya banyak waktu membuat Bandros sendiri bisa langsung saja datang ke Jl. Cisangkuy No. 66 tepat di depan Cafe Yogurt Cisangkuy, pilih Bandros tradisional atau modifikasi, duduk dan minum yogurt sambil menikmati udara sejuk kota Bandung di bawah rindangnya pepohonan. 

Selasa, 29 November 2016

Cilok, Kenyal-kenyal Hangat

photo courtesy resepbuntik.com

Pertama kali saya mengenal cilok hampir 30 tahun lalu, ketika jajanan tersebut hanya ada di sekitar sekolah saat saya duduk di bangku Sekolah Dasar ~duh jadi berasa tua deh~. Tidak ada yang istimewa dengan cilok saat itu, anak-anak biasanya senang kalau mendapati ciloknya berisi daging, seolah mendapat bonus, hehe. 






Cilok berasal dari kata aci dicolok (kanji ditusuk) merupakan sejenis makanan, tepatnya jajanan/cemilan khas masyarakat Jawa Barat yang terbuat dari tepung tapioka. Teksturnya kenyal dengan tambahan bumbu pelengkap saat disantap, seperti sambal kacang, kecap, atau saos. Cilok dibentuk bulat persis seperti bakso, hanya saja berbeda bahan dasarnya. 

Modifikasi cilok saat ini begitu beragam, mulai dari pilihan basic cilok kukus ukuran mini tanpa isi hingga cilok berukuran sedang dan besar dengan isian telur, daging cincang atau tetelan, sampai cilok goreng dengan taburan topping rasa keju, barbeque dan lain-lain. 

Kalau mau mencoba jajanan cilok yang recommended, Anda bisa datang ke Jl. Setiabudhi tepat di depan Borma, Jl. Dr. Djundjunan (Terusan Pasteur) depan Griya, atau ke Jl. Buah Batu di depan Griya. 

Selamat berburu cilok :)

Tahu Gejrot

Menu ringan yang satu ini berasal dari Cirebon, berupa tahu berkuah asam manis pedas. Sangat mudah membuatnya, langsung saja siapkan bahan-bahannya:
  • 15 buah Tahu Sumedang atau Tahu Pong
  • 12 buah cabe rawit merah
  • 4 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sendok teh garam
  • 4 sendok makan kecap manis
  • 100gr gula merah, iris halus
  • 3 mata asam jawa
  • 300ml air
Haluskan cabe rawit, bawang merah & bawang putih, juga garam, lalu sisihkan. Campurkan gula merah, asam jawa dan air, kemudian rebus hingga semua gula larut. Angkat lalu saring. Tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi, masukkan kecap. Rebus lagi hingga bumbu matang.
Potong-potong tahu secara diagonal, atau bisa juga dibuat penyet tahu-tahunya hingga bagian tengahnya agak hancur. Taruh tahu di atas piring, lalu siram dengan saus/kuahnya.